My Writings. My Thoughts.

Ahli matematika bag 3 : Werner Karl Heisenberg (5 Desember 1901 - 1 Februari 1976)

On » Saturday, March 13, 2010 //
Werner Heisenberg dilahirkan pada
tanggal 5 Desember 1901 di Würzburg, Jerman.
Werner ini jagoan bahasa Yunani dan Latin
karena ayahnya, August, bekerja sebagai guru
bahasa klasik tersebut. Waktu pertama kali ia
masuk sekolah, Werner masih malu-malu dan
sangat sensitif, tetapi tidak lama ia mulai percaya
diri. Malah guru-gurunya semua mengakui bakat
yang dimilikinya di hampir semua mata pelajaran
terutama bahasa dan matematika.

Heisenberg kecil memang suka sekali matematika. Ini disebabkan
guru matematikanya, Christoph Wolff, selalu menantangnya untuk mengerjakan
soal-soal matematika dan fisika yang tidak biasa. Dalam waktu singkat
Heisenberg sudah lebih jago dibanding gurunya itu. Apalagi di rumahnya ia selalu
bersaing dengan kakaknya, Erwin, yang jago kimia (Erwin Heisenberg
belakangan menjadi ahli kimia).

Selama masa Perang Dunia I seluruh Bavaria, Jerman, mengalami
kesulitan pangan. Pernah Heisenberg jatuh pingsan di jalan sewaktu sedang
bersepeda karena ia begitu kelaparan. Ayahnya dan guru-gurunya sering pergi ke
garis depan untuk membantu pasukan perang. Heisenberg terpaksa belajar sendiri
materi matematika dan fisika (ia melahap habis teori relativitas Einstein tanpa
bantuan gurunya!). Hasilnya, ia justru sudah menguasai bahan yang seharusnya
belum diajarkan di sekolah menengah atas.

Heisenberg muda sangat membenci peperangan dan sering melarikan diri
dari suasana kekerasan di Jerman saat itu. Ia bersama teman-temannya sering naik
gunung, demi menyelamatkan rasa cintanya terhadap tanah airnya melalui alam.
Dia bahkan mengetuai kelompok anak-anak pecinta alam yang selalu
menghabiskan waktunya dengan cara hiking, camping, main ski, memanjat
gunung, jalan-jalan di pedesaan, dan semua kegiatan alam lainnya.

Kelompok ini merupakan kelompok yang anti rokok dan anti minum minuman keras.
Setiap minggu kelompok anak-anak muda ini berkumpul untuk menghidupkan kembali
musik dan seni puisi Jerman. Heisenberg ini ahli puisi Roma lho! Dia juga jago
main piano klasik dan sudah sering ikut konser sejak masih berusia 12 tahun.

Cuma ada satu hal lain yang bisa mengalihkan perhatiannya dari musik,
puisi, dan alam bebas. Matematika! Saking cintanya dengan matematika,
Heisenberg berniat mengambil jurusan matematika murni di University of Munich
pada tahun 1920. Tapi wawancaranya dengan Ferdinand von Lindeman, profesor
matematika di sana, tidak terlalu sukses. Jadi Heisenberg menemui profesor lain,
Arnold Sommerfeld, seorang begawan fisika teori.

Ternyata Sommerfeld bisa melihat bakat terpendam anak muda yang sangat gemar berpetualang di alam bebas ini. Jadilah Heisenberg melenceng dari minatnya semula dan malah masuk
jurusan fisika. Tapi sebelum hari pertama ia mulai kuliah, Heisenberg
menyempatkan diri untuk pergi hiking dengan teman-temannya dan sempat
terkena typhoid yang hampir saja merenggut nyawanya. Secara ajaib ia bisa
sembuh tepat pada waktu ia harus mulai kuliah walaupun saat itu ia tidak
mendapatkan sumber pangan yang cukup gizi.

Di awal masa kuliahnya Heisenberg masih ragu-ragu dengan pilihannya
itu. Ia justru lebih banyak mengambil kuliah matematika dibanding fisika karena
takut tidak cocok dengan pilihannya itu. Kalau ia tetap mengikuti kuliah
matematika, ia kan masih tetap bisa mengikuti jika nantinya ternyata benar tidak
cocok di fisika dan ingin pindah lagi ke matematika. Tapi ternyata fisika benarbenar
sudah mencuri hatinya. Mulai semester keduanya di jurusan fisika, ia sudah
betah mengikuti semua kuliah Sommerfeld (wah, satu lagi yang nyeleweng dari
matematika ke fisika, seperti Maria Goeppert-Mayer!).

Selama kuliah di University of Munich, perhatian Heisenberg terpecah
antara fisika teori dan petualangannya di alam bebas. Dia ini benar-benar pecinta
alam. Sering kali ia camping di gunung dan hiking ke stasiun kereta terdekat di
pagi harinya supaya bisa kembali di Munich tepat waktu untuk mengikuti kuliah
fisika teori. Untung saja kuliahnya tidak terbengkalai.

Tetapi ada satu kelemahannya yang pada akhirnya hampir membuatnya tidak lulus. Ia sama sekali
tidak mengerti eksperimen di laboratorium. Ia memang jagoan di fisika teori,
tetapi ketika ditanya berbagai hal tentang fisika eksperimen, ia benar-benar tidak
tahu. Profesor Wilhem Wien memberinya nilai F pada ujian akhir untuk
mendapatkan gelar doktor. Sommerfeld kembali menjadi penyelamat dengan
memberinya nilai A untuk kejeniusannya di bidang fisika teori. Jadi Heisenberg
pun akhirnya mendapatkan gelar doktornya walaupun dengan nilai C (rata-rata
dari A dan F).

Sommerfeld tidak salah sewaktu memberinya nilai A untuk fisika teori.
Terbukti Heisenberg sangat jagoan mengutak-utik teori-teori fisika. Ia pun
berhasil menjadi profesor termuda Jerman di Leipzig saat masih berusia 25 tahun
(hebat yah…). Hasil utak-utiknya melahirkan teori mekanika kuantum yang
memberinya sebuah Nobel Fisika di tahun 1932.

Pada tahun 1937 Heisenberg kembali tampil dalam konser piano klasik.
Konser ini menjadi yang paling tidak terlupakan selama hidupnya karena saat
itulah ia bertemu Elisabeth Schumacher, putri seorang profesor ekonomi yang
terkenal di Berlin, yang dinikahinya tiga bulan kemudian. Keluarga Heisenberg
kemudian dikaruniai tujuh orang anak, yang pertama adalah sepasang kembar.
Beberapa bulan setelah pernikahannya, keluarga muda ini pindah kembali ke
Munich untuk memenuhi keinginan Sommerfeld yang saat itu sudah berusia 66
tahun dan harus pensiun. Sommerfeld ingin supaya Heisenberg menggantikan
posisinya sebagai profesor fisika teori di University of Munich.

Sewaktu pecah Perang Dunia II, banyak ilmuwan Jerman yang ramairamai
pergi dari Jerman karena ingin menghindari Nazi dan Hitler. Heisenberg
membuat keputusan yang sangat mengejutkan rekan-rekan fisikawan saat itu. Ia
bertekad untuk menetap di Jerman. Keterikatannya dengan alam Jerman telah
membuatnya begitu mencintai tanah airnya itu.

Ternyata keputusannya ini membuatnya terpaksa bekerja untuk pemerintah Jerman dalam usaha membuat bom atom. Entah kenapa, fisikawan jenius ini tidak pernah berhasil membuat bom
atom tersebut dan malah dikalahkan oleh para fisikawan di Amerika. Padahal
timnya dibantu juga oleh salah satu penemu reaksi fisi nuklir, Otto Hahn. Ada
gosip yang mengatakan bahwa Heisenberg sengaja bergabung dengan tim peneliti
Jerman itu supaya bisa melakukan sabotase agar Nazi tidak bisa memenangkan
perang. Heisenberg bahkan sempat diciduk ke kamp konsentrasi Nazi karena
dikira berkhianat.

Setelah lepas dari kamp konsentrasi Heisenberg kembali menekuni fisika
teori dan menghasilkan karya kontroversial yang membuatnya sangat terkenal:
Prinsip Ketidakpastian Heisenberg atau Heisenberg’s Uncertainty. Pendekatan
tidak biasa yang dilakukannya membuat teorinya ini tidak begitu saja diterima
oleh dunia fisika saat itu. Begitu banyak yang menentang teori ini, sampai-sampai
Heisenberg sempat menangis karenanya. Keteguhannya berhasil membuat
teorinya ini diterima, bahkan menjadi sangat populer. Ia juga banyak menerima
penghargaan bergengsi selain Nobel.

Pada tanggal 1 Februari 1976 Werner Heisenberg yang sakit kanker
meninggal dunia di rumahnya di Munich.
 

Postingan ini murni dari : yohanessurya.com (ane pinjem yah oom ... hehehe .. Buat nambah pengetahuan anak Indonesia ( ngeles .. hahahaha ) )

Gmana ??

Siip !!
Selamat datang ...

No Response to "Ahli matematika bag 3 : Werner Karl Heisenberg (5 Desember 1901 - 1 Februari 1976)"

Leave A Reply

My photos. Now you know me.

Browse Flickr

My lifestream. Stay updated with me.

Followers



My favblog. Feeds from them.